Harga BBM Naik, Rakyat Miskin Menjerit

Gambar

Kali ini pemerintah serius akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mengikuti harga pasar dunia. Artinya dana subsidi BBM yang mencapai angka  Rp.250 Triliun yang selama ini bersumber dari APBNP untuk subsidi BBM oleh pemerintah akan dicabut.

Pemerintah beralasan, menaikkan harga BBM bertujuan untuk mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur dan sejumlah sektor vital di Tanah Air yang selama ini tertinggal. Dan kompensasi kenaikan harga BBM bagi rakyat miskin dan hampir miskin bisa diberikan secara langsung berupa bahan pangan dan bantuan lainnya.

Hal tersebut seperti juga yang disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto kepada Investor Daily di Vladivostok, Rusia, Senin (10/9) yang dikutip dalam laman resmi Kementrian Perindustrian Republik Indonesia,  http://www.kemenperin.go.id.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat , apa pun alasannya, harga BBM tahun depan harus dinaikkan kalau subsidi meningkat melampaui kuota.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga BBM kemungkinan tidak dapat dihindari. Meski begitu, pemerintah hendaknya menaikkan harga BBM secara bertahap dan konsisten.

Saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menggelar Sidang Kabinet Paripurna untuk membahas pematangan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut. Selain itu, rapat tersebut juga membahas persiapan perubahan anggaran pada APBN 2013 yang sedang berjalan. Dalam rapat yang di hadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga negara itu akan membahas percepatan implementasi dari kenaikan harga BBM. ( sumber www.merdeka.com)

Pro Kontra

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM dengan menarik biaya subsidi BBM, otomatis mendatangkan pro dan kontra dari berbagai kalangan.  Seperti halnya pandangan yang disampaikan oleh salah satu anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Bobby Rizaldi dan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP Ismayatun. Keduanya justru mempertanyakan alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Terlebih lagi, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) tahun depan justru dipatok lebih rendah, yakni hanya US$ 100 per barel dari sebelumnya US$ 105/barel. Menurut Booby bahwa bukan harga BBM yang dinaikkan tetapi justru Tim ekonomi pemerintah yang harus diganti karena inkompeten. (lihat www.kemenperin.go.id)

Mahasiswa pun ikut lantang berbicara, menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Sukabumi yang tergabung dalam Forum Aktivis Mahasiswa Sukabumi. Mereka menolak rencana kenaikan harga BBM karena imbasnya akan besar, khususnya kepada masyarakat miskin. Dalam aksi demo itu, Mahasiswa meminta, pemerintah seharusnya memaparkan berapa sesungguhnya total biaya produksi setiap liter BBM jika kenaikan harga itu disebabkan pencabutan subsidi. Dengan adanya pemaparan itu maka rakyat akan tahu apakah subsidi BBM ada atau tidak. (sumber http://www.kompas.com)

Walaupun ada sebagian yang memahami beban yang dihadapi oleh pemerintah terkait dengan besarnya biaya subsidi BBM. Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengakui, Indonesia menghadapi persoalan yang cukup pellk di sektor energi. Selain terbebani subsidi, impor BBM memberikan kontribusi besar terhadap defisit perdagangan. Saat ini, 40% kebutuhan BBM dan minyak mentah nasional diperoleh melalui impor. Komaidi menjelaskan, penaikan harga BBM merupakan keputusan politis antara pemerintah, dan parlemen.

Issu kenaikan harga BBM yang digulirkan oleh pemerintah bak bola panas yang terus membawa efek ke berbagai sektor. Belum lagi diputuskan apakah harga BBM  akan naik atau tidak, sudah memicu kenaikan berbagai harga bahan pokok dan trasnportasi. Hal itu seperti yang diutarakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin di Solo beberapa waktu lalu (sumber okezone.com)

Din menyatakan, Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) justru akan berdampak sistemik. Terutama terhadap kenaikan harga bahan pokok, transportasi dan lainnya. Lebih lanjut Din menyatakan, langkah pemerintah yang akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat sebagai langkah yang tidak bijak. Walaupun ada solusi seperti pengalihan subsidi BBM dialihkan ke Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pengalihan itu berdasarkan pengalaman juga tidak menyelesaikan.

Apa yang disampaikan oleh Din Syamsudin, sejalan dengan kekhwatiran para Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Pekalongan, Jawa Tengah. Ketua APTRI Pekalongan, Slamet, di Pekalongan, Senin (29/4/2013), mengatakan bahwa kenaikan harga BBM dipastikan akan makin menyulitkan petani karena akan berimbas terhadap biaya angkut tebu dan sektor lainnya.

“Biaya angkut tebu akan menggunakan jasa angkutan truk. Oleh karena itu, kenaikan harga BBM dipastikan berimbas pada biaya angkut,” katanya.

Saat ini, ungkap Slamet, biaya tebang dan angkut tebu mencapai 9.300 per kuintal sehingga dengan kenaikan harga BBM akan membuat lonjakan biaya produksi. (sumber kompas.com)

Akankah pemerintah akan tetap ngotot menaikkan harga BBM dan menarik Subsidi ? dan tepatkan penyaluran dana subsidi BBM itu jika di salurkan langsung (BLT) kepada rakyat miskin seperti pengalaman pemerintah sebelumnya ?

Tentunya dalam hal ini pemerintah harus cerdas mengambil langkah kebijakan yang tepat. Jika solusi BBM ini harus dengan menaikkan harga BBM dan mencabut subdinya karena semakin menjadi beban keuangan negara. Pemerintah harus dapat menjamin imbas kenaikan dari harga BBM tidak akan merambat kepada kenaikan harga pangan, transportasi dan yang lainnya di sektor riil. Sehingga rakyat tidak kembali terbebani dengan harga-harga yang melonjak, khususnya masyarakat kelas bawah yang masih berpenghasilan rendah. Jangan sampai harga BBM naik, rakyat miskin kembali menjerit. Semoga !!

Oleh Muhammad bin Supardi (Mahasiswa Semester VII STIDDI AL-Hikmah)

*Dari berbagai Sumber

Tag:, , ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: