Radio Bhalqist : Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Hiburan dan Olahraga

kunjungan ke radio bhalqist

Tim Mahasiswa saat studi lapangan ke Radio Bhalqist foto bersama dengan pendiri dan penyiarnya

TANGSEL – Radio Bhalqist adalah radio komunitas masyarakat Tangerang Selatan yang didirikan sejak Maret 2006. Nama Bhalqist diambil dari nama seorang putri pendirinya. Adalah Edi Mulyadi, salah seorang mantan penyiar radio ternama di Jakarta yang mengawalinya untuk mendirikan Radio Bhalqist.

Dengan membawa misi social dalam memberikan layanan kepada masyarakat, Radio Bhalqist mendapatkan izin sebagai radio kategori kelas 3 atau non komersial dengan gelombang AM 14,76 Khz.

Kami mendapat izinnya bukan radio komersil, tetapi radio komunitas masyarakat,  jadi radio ini tidak mengedepankan semata mata mencari uang. Disini adalah layanan masyarakat, boleh dikatakan radio social, “ kata Edi saat wawancara dikediamannya, Sabtu (24/11)

Menurutnya proses perizinan membuat radio kumunitas tidak terlalu sulit, yang penting dapat mengumpulkan persetujuan dari warga dan RT/RW setempat. Sedikitnya dibuktikan dengan 100 tanda tangan, namun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Ia mengaku setidaknya sudah menghabis kan modal  sekitar Rp 100 juta untuk biaya keseluruhan. Dengan rincian Rp 7 juta untuk biaya izin dan sekitar  Rp 25 juta digunakan sebagai biaya membeli perangkat antene. Selebihnya untuk membeli perangkat pendukung seperti 2 unit computer, mixer, dan ampli serta mix dan membangun fasilitas radio. Karena dirinya yang hobi dengan dunia penyiaran, untuk semua itu ia rela  keluarkan dari uang tabungannya sendiri.

”Orang yang mendirikan radio, walaupun dia orang kaya,  ngga mungkin bisa mendirikan radio, sayang duitnya dibuang begini, mendingan dibelikan tanah. Tetapi karena saya orang gila, orang hobi, dengan ratusan juta saya rela berkorban untuk radio. Jadi tidak semua orang kaya bisa mendirikan radio, tapi saya orang sederhana bisa  mendirikan radio,” ungkap Edi bangga.

Bagi Edi, biaya yang besar untuk mendirikan sebuah radio merupakan sebuah nilai yang kecil, jika dibandingkan dengan kepuasan batin yang didapatinya yang  tidak bisa diukur semata-mata dengan materi.

Radio Bhalqist memilki luas bangunan yang tidak besar, ukurannya 2,5 M x 2,5 M, dibangun didepan rumah pemiliknya. Sejak  mengudara radio Bhalqist telah memiliki pendengar loyal sebanyak 250 orang yang ada di area jangkauannya, Jabodetabek.

Terdapat 1 antene pemancar dengan ketinggian sekitar 10 M diatas bangunannya. Perlengkapan interiornya pun cukup sederhana. Dengan design meja berbentuk L, di atasnya terdapat 2 perangkat computer, 1 mixer yang dilengkapi 2 mic dan headphone. Di bawah meja terdapat laci-laci yang terdapat 2 ampli. Disisi sisi dinding ruangan radio terdapat jadual kru yang bertugas siaran. Terdapat pula 2 buah kursi, 1 untuk penyiar dan 1 lagi untuk duduk nara sumber atau kru lainnya.  Untuk kenyamanan ruangan bagi penyiarnya dilengkapi alat pendingin ruangan (AC).

Saat siaran (On Air), tugas penyiar sekaligus merangkap sebagai operator. Di lengkapi dengan 2 line telepon sebagai alat komunikasi interaktif dengan pendengarnya, baik langsung atau via SMS. Perangkat softwere yang digunakan boleh terbilang sudah familier, yaitu media player / winamp sebagai pemutar music, iklan dan jingelnya. Selain juga menggunakan softwere dari modem EVDO sebagai penerima SMS atau telepon masuk yang sudah terintegrasi ke ampli dan mixer.

Terkait dengan biaya operasional dan peraturannya, menurut Edi, Radio Bhalqist tidak memiliki anggaran khusus serta  tidak ada aturan rumah tangga (AD/ART)  yang resmi. Hanya  ada susunan struktur  organisasi yang dibentuk sebagai fungsi kontrolnya. Struktur itu  terdiri dari pelindung, penasehat, ketua, sekretaris dan bendahara.  Ditambah  tenaga pemasar (Marketing) yang dilakukannya sendiri serta dibantu oleh 18 penyiar yang semuanya adalah relawan alias tidak digaji.

Karena dalam aturan perizinan radio ini tidak diperbolehkan mencari sponsor dari produk yang bermerk besar yang terkenal. Maka sumber biaya operasional di cari dari dana sumbangan pendengarnya  melalui masyarakat, pengajian, dan sumbangan pengusaha local yang beriklan.

“Dana operasional cukup tinggi, yang namanya elektronika butuh pemeliharaan, Saya dapat dari pendengar  yang saya kumpulkan sebulan sekali. Namanya rasa  kepedulian dan saya beri nama peduli Bhalqist, yang tidak ditentukan besarannya,” terang  Edi.

Walaupun dalam izinnya tidak diperkenankan untuk mencari sponsor yang besar. Radio Bhalqis kerap kedatangan produk yang bermerk untuk beriklan. Hal itu sering diterima dengan cara mensiasatinya dalam bentuk jingle sebuah even agar terhindar dari pelanggaran dan kena penalty.

Dalam hal pembagian tugas penyiaran, dari 18 orang penyiar, semua mendapat tugas siaran selama 4 jam perhari dalam 19 jam siaran, mulai pukul 05.00 – 12.00 malam. Setiap penyiar merupakan tenaga terlatih yang sudah mendapatkan training sebelumnya. Menurut Edi, setidaknya ia mesti membutuhkan waktu 3 –   4 bulan untuk melatih penyiar pemula untuk sampai ketahap mahir.

“Mereka tugasnya hanya sebagai penyiar yang kita bekali sedikit ilmu penyiaran. Makanya saya kalau medidik penyiar memakan waktu  3-4 bulan baru jadi penyiar,” imbuhnya.

Saat bersiaran, radio Bhalqist kerap menyapa “Bung Kumis Nona Manis” sebagai bahasa istilah bagi pendengarnya. Acara yang disuguhkan berupa music sebagai hiburan, ceramah, talk show dan iklan produk local atau berupa even kegiatan social.

“(Radio) Sayapun banyak dakwahnya, 20 % dakwah selebihnya hiburan. Untuk dakwah bentuknya pengajian, live ustad nya datang langsung ke radio atau rekaman Zainuddin MZ, atau hasil rekaman kalau ada acara dan kita putarkan,” tuturnya.

Sesuai dengan jargonnya, “Radio Bhalqist, Radio Kebugaran”, kombinasi dari hiburan berupa music dan olahraga, kebetulan Edi merupakan mantan seorang penyiar yang gemar dengan lagu sementara istrinya seorang instruktur senam.

“Jadi radio ini saya persiapkan rancangannya dengan sangat matang, hanya Balqits radio yg memakai konsep yang menggabungkan  2 unsur, music dengan  olahraga, dan kami menyediakan fasilitas sanggarnya juga. Kebetulan rumah saya ada sanggar kecil dan sederhana, jadi saya padukan seperti itu,” kata Edy, putra kelahiran asli betawi yang memiliki jiwa seni tinggi ini.

Dan kepada penyiarnya, radio Balqist sering memberikan penghargaan setiap tahunnya. Hal itu dilakukan agar ada rasa kebanggan dalam diri setiap penyiarnya. Caranya, dipilih salah seorang penyiar  terbaik dari hasil polling sms pilihan para pendengar.

“Nanti kita cari sponsor , siapa yang mau mensponsori , dari sponsor ini mereka dapat hadiah,”  katanya.

Radio Balqist didirikan selain untuk sarana membangun silaturrhim dan kebersamaan masyarakat melalui kegiatan penyiaran. Radio Balqist juga senantiasa membuat kegiatan off air berupa santunan yatim piatu, pengajian, ziarah, dan wisata. Semua kegiatan dapat dilakukan dengan cepat melalui radio berupa pengumuman yang disebarkannya.

“Jadi itu komunitasnya sangat kuat dan tinggi. Saya bisa menyantuni anak yatin piatu mencapai 180 anak/tahun,  itu saya ambil dari donasi pendengarnya yang punya rasa memiliki. Dan kalau saya bilang berangkat tur, mereka dengan bangga dan senangnya,” ujar Edi yang menjalankan bisnis penggemukan sapi sebagai pekerjaan utamanya..

Edi juga mengungkapkan, sejak ia menghidupkan Radio Bhalqist dengan berbagai program yang digulirkan. Semakin menambah jaringan hubungan social dengan berbagai kalangan masyarakat. Baik tokoh masyarakat ataupun tokoh politik.

Bahkan yang paling dirasakan manfaatnya, melalui radio semakin membesarkan namanya. Hingga hal itu  senantiasa mendatangkan keberkahan dalam hidupnya dalam bentuk kemudahan dalam menjalankan bisnis yang dijalankannya..

“Alhamdulillah berkah dari pada radio, hubungan terbangun. Saya bias  menjual sapi habis bersih 285 kambing 185 sapi, bahkan saya membeli sapi pedagang lain yang  tidak habis yang tadinya dijual 12 juta, akhirnya saya beli harga 7 juta, karena banyak ga laku,” pungkasnya.

*Tulisan diatas hasil wawancara Kelompok Mahasiswa STID DI Al-Hikmah dengan Pak Edi Muliadi pendiri Radio Bhalqist

Tag:, , ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

One response to “Radio Bhalqist : Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Hiburan dan Olahraga”

  1. Ramlan says :

    kalau kyk sya ap bsa ngk kyk abg pndiri radio bhalqist it tadi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: