Mengunduh Lagu dari Situs Internet Diancam Pidana ?

Informasi ini saya copas dari situs dagdigdug.com dalam rubrik Lintasan, Tanya Jawab Soal Hukum Bersama @ARIJULIANO ketika menjawab pertanyaan soal hukum mengunduh lagu dari situs internet. Berikut informasi lengkap tanya jawabnya, semoga bermanfaat !

Bung  Ajo,

Di beberapa media, Menkominfo Bapak Tifatul Sembiring bilang bahwa mengunduh (download) lagu-lagu di situs internet tanpa seizin pemiliknya dapat dikenakan pidana penjara maksimum 12 tahun. Menurut beliau, hal tersebut berdasarkan ketentuan dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pertanyaan saya, apakah memang ada ketentuan dalam UU ITE yang memberi ancaman pidana maksimum 12 tahun penjara terhadap orang yang mengunduh lagu-lagu di situs internet tanpa seizin pemiliknya? Bagaimana jika saya mengunduh lagu-lagu tersebut hanya untuk kepentingan saya sendiri, dan bukan untuk diperjualbelikan?

Salam,

Download Lover

Jawaban Bung Ajo:

Dear Download Lover,

Dalam UU ITE memang ada ketentuan yang melarang setiap transmisi atau pemindahan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain dengan sengaja dan tanpa hak, karena dapat dipidana penjara maksimum 8 tahun dan/atau denda maksimum Rp 2 miliar (Pasal 32 ayat 1). Apabila Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dipindahkan atau ditransfer kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak, orang yang melakukannya dapat dipidana penjara maksimum 9 tahun dan/atau denda maksimum Rp 3 miliar (Pasal 32 ayat 2).

Jika kegiatan transmisi, pemindahan atau transfer sebagaimana dimaksud di atas dipersamakan dengan kegiatan mengunduh, maka memang ada ancaman pidananya. Apabila kegiatan transmisi, pemindahan atau transfer tersebut merugikan orang lain, maka dapat diancam pidana maksimum 12 tahun penjara (Pasal 51 ayat 2).

Namun, perlu diperhatikan bahwa menurut Pasal 25 UU ITE, Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, ketika suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik mengandung Hak Kekayaan Intelektual (HKI), maka ketentuan yang mengatur mengenai pelanggaran terhadapnya adalah ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang HKI, bukan UU ITE. Hal ini sesuai dengan asas hukum Lex specialis derogate lex generali, yang artinya peraturan atau UU yang bersifat khusus mengesampingkan peraturan atau UU yang umum.

Oleh karena itu, sebenarnya lebih tepat menggunakan ketentuan dalam UU Hak Cipta jika berbicara mengenai penindakan terhadap situs internet yang memberi fasilitas unduh lagu tanpa seizin pencipta atau pemegang Hak Ciptanya. Mengunggah (upload) suatu file lagu pada situs yang dapat diakses publik dapat dianggap suatu tindakan mengumumkan dan memperbanyak yang merupakan hak eksklusif dari penciptanya. Jika tindakan mengunggah tersebut dilakukan tanpa izin penciptanya maka dapat diancam pidana penjara maksimum 7 tahun dan/atau denda maksimum Rp 5 milyar.

Mengunduh (download) lagu dari situs internet pada dasarnya juga termasuk perbuatan memperbanyak ciptaan, sehingga jika tindakan mengunduh tersebut dilakukan tanpa izin penciptanya, dapat juga dikenakan sanksi pidana sebagaimana tindakan mengunggah tanpa izin. Namun, UU Hak Cipta juga memberikan pengecualian terhadap tindakan mengunggah atau mengunduh suatu karya cipta dengan tujuan tertentu, sehingga sepanjang disebutkan atau dicantumkan sumbernya hal itu tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, yaitu antara lain:

penggunaan karya cipta pihak lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta;
pengambilan karya cipta pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan: (i) ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau (ii) pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak
merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta.
perbanyakan suatu karya cipta bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam huruf braille guna keperluan para tunanetra, kecuali jika perbanyakan itu bersifat komersial;
perbanyakan suatu karya cipta selain program komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apa pun atau proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan, dan pusat dokumentasi yang non-komersial semata-mata untuk keperluan aktivitasnya.
dengan itikad baik memperoleh suatu karya cipta semata-mata untuk keperluan sendiri dan tidak digunakan untuk suatu kegiatan komersil dan/atau kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan komersil.

Dengan demikian, mengunduh lagu dari situs internet untuk kepentingan sendiri ataupun orang lain tidak dapat dianggap pelanggaran hak cipta jika dilakukan dengan cara dan tujuan sebagaimana dijelaskan di atas.

Tag:, , , ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: