Erry Riyana Hardjapamekas : Maju Tidak Tergantung Usia

 

Penampilannya sederhana, bersahaja dan sorot matanya tajam penuh wibawa saat bicara. Banyak kalimat motivasi hidup yang mengalir dalam katanya. Siapapun yang mendengar pembicaraan dan melihat sosoknya senantiasa akan bersemangat menjalani hidup dengan penuh ketegasan dan kejujuran.

Itulah kesan pertama saat bertemu  Erry Riyana Hardjapamekas ketika menyampaikan materi ceramahnya di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Ciputat Tangerang Selatan. Ia di daulat menjadi pembicara dalam acara sarasehan karyawan LKC-Dompet Dhuafa, kamis, (30/6/2011) lalu.

Dalam ceramahnya ia memaparkan,  perbedaan antara negara miskin dengan negara kaya tidak bergantung pada usia negaranya, melainkan pada pola perilaku atau sikap masyarakatnya yang telah terbentuk bertahun-tahun melalui pendidikan dan budayanya.

“Contohnya adalah Negara India dan Mesir walaupun berusia lebih dari 2000 tahun tetapi tetap saja menjadi negara miskin. Berbeda dengan Negara singapura, Kanada, Australia dan Selandia baru  meskipun usia pembangunannya kurang dari 150 tahun mereka dapat menjadi bagian negara maju dengan penduduknya yang tidak lagi miskin,” ungkap Erry, lelaki  yang di percaya oleh Presiden Ri untu menjadi salah satu panitia seleksi pimpinan KPK 2011.

Disisi lain ketersedian sumber daya alam sebuah negarapun tidak menjamin negara menjadi kaya atau miskin. Seperti halnya Jepang, Negara yang memiliki area yang sangat terbatas hampir 80 % pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan tetapi dapat menjadi negara raksasa ekenomi nomor dua di dunia.

Pesan dan nasihat yang di sampaikannya seolah menyindir bangsa ini. Kebetulan Indonesia telah lama merdeka dan memiliki ragam sumberdaya alam,  namun tetap saja dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Berdasarkan kajian perilaku, masyarakat negara maju sehari-hari mengikuti dan mematuhi prinsip dasar kehidupan,”  tutur  putra kelahiran Jawa Barat ini.

Ery memaparkan bahwa prinsip dasar itu adalah Etika. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus  Jujur, berintegritas, bertanggung jawab, hormat pada aturan & hukum.

“Masyarakat, hormat pada hak orang lain, cinta pada pekerjaan, berusaha keras menabung & investasi, bekerja keras, tepat waktu & pandai memanfaatkannya serta  punya inisiatif tinggi,” tambahnya.

Ia juga melihat, banyaknya pelanggaran hukum dan etika di negara ini, hal itu dikarena ada krisi keteladanan.
“Masyarakat sepertinya sudah kehilangan keteladanan dari para pemimpin. Mereka banyak yang melanggar  hukum,”  terangnya.

Tentang Erry

Erry Riyana Hardjapamekas salah satu tokoh yang muncul saat bangsa ini hampir apatis dalam memberantas korupsi yang begitu menggurita, beliau tampil mengemban amanah negara yang berat, menjadi salah satu pimpinan di sebuah lembaga penegak kujujuran yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2003-2007.

Terpilihnya Ery menjadi anggota KPK saat itu bukan tanpa alasan. Segudang prestasi telah di torehnya selain pribadinya yang tegas dan penuh integritas, beliau berhasil dalam mengembangkan industri pertambangan di Indonesia. Terbukti diberikannya tanda jasa  Satyalancana Pembangunan pada tahun 1996 dan Bintang Jasa Utama, tahun 1997 oleh presiden RI.

Di usianya yang semakin sepuh tidak membuatnya berdiam diri menikmati hidup namun senantiasa aktif dalam berbagai aktifitas organisasi profesi dan sosial. Saat inipun Ery dipercaya  menjadi salah satu dewan pembina Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya saat dilibatkan untuk menjadi salah satu dewan pembina di Dompet Dhuafa” Ujarnya.

Katanaya lagi melanjutkan, Semoga para aktifis yang terlibat di LKC Dompet Dhuafa ini dapat menjadi pelopor agen perubahan bangsa ke arah yang lebih baik ke depan karena harapan itu masih ada. Semoga”.(mjundi)

Tag:, , , , , ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: