Memaknai Kehidupan Yang Sesungguhnya

Tanpa terasa pergantian tahun baru hijriah kita lewati, dari tahun 1431 hijriah memasuki tahun baru 1432 hijriah. Bersamaan dengan itu pergantihan tahun baru masehipun tinggal menghitung hari,  dari tahun lama 2010 memasuki tahun baru masehi 2011. Banyak diantara kita yang menyambut kedatangan tahun baru ini dengan berbagai cara untuk mengkespresikan bentuk kegembiraannya. walaupun penyambutan datangnya tahun baru hijriah tidak sesemarak dan semeriah dalam menyambut tahun baru masehi.

Kenapa kita begitu bahagia dengan datangnya pergantiaan tahun ini ? sehingga kita menyambutnya dengan berbagaimacam cara bahkan kadang di luar batas kebiasaan kita. Bisa jadi banyak harapan dan cita-cita kesuksesan yang begitu besar di tahun yang akan datang akan kita dapatkan. Karen  masih banyak harapan dan cita-cita kesuksesan di tahun sebelumnya  belum kita raih dan sudah terlewatkan.  Namun terkadang kita lebih berharap dan berkeinginan kesuksesan hidup saat di dunia ini saja. Padahal hidup kita bukan saja untuk saat ini namun hidup kita saat ini untuk menapaki hidup yang selanjutnya, yaitu kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS Al’Ala : 14-17)

Ya, itulah kehidupan akhirat. Kehidupan yang menjanjikan keabadian. Kehidupan terakhir yang akan menentukan kebahagiaan dan kesuksesan hakiki hidup kita.

Hakikatnya seiring bertambahnya tahun yang kita lewati seiring itu pula kesempatan hidup setiap kita akan menemui ujung akhirnya. Sehingga apa yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi namun hanya bersifat sesaat dan sementara. Semua akan kembali seperti semula kepada sang penciptanya.  Firman Allah, “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa .” (QS Arrum : 54)

Sehingga waktu dan usia kita yang begitu singkat ini bukan hanya untuk mencari kebahagiaan dan kesuksesan di dunia saja namun kita persiapkan untuk kehidupan akhirat. Karena apa yang kita usahakan selama hidup di dunia akan di pertanyakan di pengadilan akhirat, untuk kita pertanggung jawabkan.

Dari Muadz bin Jabal, rasululloh saw bersabda,”Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya empat perkara yaitu Usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, serta ilmunya dan apa-pa yang ia perbuat dengannya.” (HR. Bazzar dan Thabrani)

Semoga perjalanan waktu akan mengajari kita,  Pertukaran siang dan malam memberi peringatan kepada kita untuk  senantiasa memaknai kehidupan yang sesungguhnya.

Tag:, ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: