POLIGAMI

Ternyata pemahaman tentang Poligami masih sangat beragam dan banyak polemik di kalangan umat islam sendiri, terutama penilaian negatif terhadap yang namanya poligami. Sampai-sampai laki-laki  yang  baru berniat saja sudah di cap jelek  bahkan di hujat saat ingin berpoligami. Padahal poligami adalah syariat islam yang sangat jelas termaktub dalam alquran ataupun hadis. Bisa jadi stigma negatif tentang poligami di latari oleh beberapa contoh kejadian buruk dari orang yang berpoligami, padahal tidak sedikit contoh positif dari orang yang sudah berpoligami. Belum lagi isu-isu persamaan gender sehingga ada di kalangan wanita yang menuntut persamaan hak, dengan dalih kalau laki-laki boleh berpoligami kenapa wanita tidak boleh berpoliandri (naudzu billah).

Daripada pembicaraan ini menjadi debat kusir yang akhirnya bakalan berujung sakit hati alangkah lebih baik kalau kita coba telaah lagi tentang poligami dalam pandangan islam agar kita memilki persepsi yang baik terkait syariat poligami. Berikut saya tuliskan pendapat dari seorang ulama kontemporer DR. Yusuf Qaradhawi yang sudah di akui keilmuannya dalam kitab “Halal dan Haram dalam Islam” tentang poligami.

POLIGAMI

Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah dan selalu menghadapi realita dengan mengarahkan dan menjauhkan dari sikap berlebihan. Hal ini dapat kita lihat secara jelas dalam sikapnya terhadap poligami.

Demi kepentingan manusia secara umum, baik secara pribadi maupun masyarakat, Islam meperbolehkan lelaki muslim menikah lebih dari seorang wanita.

Banyak bangsa dan pengikut agama sebelum Islam memperbolehkan seorang lelaki menikah dengan banyak wanita hingga kadang-kadang sampai berpuluh puluh orang. Kadang-kadang sampai beratus, tanpa ada syarat dan ikatan apapun. Setelah Islam datang, ditetapkan batas dan syarat tertentu bagi poligami ini.

Mengenai batasnya, Islam hanya memperbolehkan maksimal empat orang isteri. Diriwayatkan bahwa Ghailan ats-Tsaqofi masuk islam sedangkan dia mempunyai sepuluh orang isteri, lalu Nabi saw bersabda kepadanya,” Pilihlah empat orang dari mereka dan ceraikanlah yang lainnya.” (HR Asy Syafi’I, Ahmad, Tirmidzi, ibnu majah, ibnu Syaibah, Ad-Daruquthi dan al-baihaqi.)

Demikian pula  orang yang mempunyai delapan orang istri dan yang mempunyai lima orang istri, Rasululloh saw melarang mempertahankannya kecuali empat orang saja.

Sedangkan perkawinan Rasululloh saw dengan sembilan orang isteri, merupakan kekhususan yang diberikan Allah karena keperluan dakwah dalam hidup beliau, dan kebutuhan umat kepada isteri-isteri beliau itu (untuk mengambil berbagai macam pelajaran dan informasi keagamaan) sepeninggal beliau.

ADIL ADALAH SYARAT DIBOLEHKANNYA POLIGAMI.

Syarat yang ditetapkan Islam bagi seorang muslim untuk berpoligami ialah adanya kepercayaan terhadap dirinya bahwa dia mampu berbuat adil di antara isteri-isterinya itu dalam masalah makan, minum, pakaian, tempat tinggal, bermalam (giliran), dan nafkah. Kalau tidak yakin akan kemampuan dirinya untuk menunaikan hak-hak ini secara adil dan seimbang, maka haram baginya menikah lebih dari seorang isteri. Allah berfirman : “Jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (QS An-Nisa:3)

Rasululloh saw bersabda :

“Barang siapa mempunyai dua orang isteri, lantas dia lebih cenderung kepada salah satunya daripada yang lain, maka pada hari kiamat nanti dia akan datang sambil menyeret salah satu sisinya dalam keadaan jatuh atau miring.” (HR. Ahlus Sunan, Ibnu Hibban, dan Al-hakim)

Kecendrungan yang dikecam oleh hadis ini ialah kezaliman terhadap hak-haknya, bukan sekedar kecendrungan hati, karena keadilan dalam kecendrungan hati ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh seseorang. Karena itu Allah memafkan dan mentoleransi kecendrungan hati (batin) ini, Allah berfirman:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa:129)

Karena itu Rasululloh saw membagi giliran secara adil seraya berkata:

“Ya Allah, ini adalah pembagian yang mampu kulakukan, karena itu janganlah Engkau menghukum aku mengenai sesuatu yang aku tidak mampu melakukannya.” (HR. Ashhabus Sunan))

Apabila hendak bepergian, Nabi saw mengadakan undian diantara isteri-isterinya. Barang siapa yang mendapatkan undian, maka dialah yang akan di ajak pergi bersama beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau berbuat demikian untuk menghilangkan kekecewaan dan demi mendapatkan kerelaan semuanya.

HIKMAH DIBOLEHKANNYA POLIGAMI

Islam adalah agama Allah yang terakhir. Dengannya Allah menutup semua risalah. Oleh karena itu Islam datang membawa syari’at universal dan abadi yang meliputi semua kawasan, semua masa, dan segenap umat manusia.

Islam tidak mensyari’atkan sesuatu untuk masyarakat yang telah maju saja dengan mengabaikan masyarakat yang masih terbelakang, tidak untuk masyarakat daerah dingin saja dengan melupakan masyarakat daerah tropik, dan tidak untuk masa tertentu saja dengan tidak menghiraukan masa dan generasi-generasi lainnya.

Syari’at Islam memperhatikan kebutuhan pribadi dan masyarakat. Juga memperhatikan kebutuhan dan kemaslahatn mereka secara keseluruhan.

Diantara manusia ada orang yang memilki keinginan besar untuk mendapatkan keturunan, akan tetapi isterinya tidak dapat berproduksi karena mandul, penyakit, atau faktor lain. Apakah tidak lebih terhormat bagi isteri dan lebih utama bagi suami jika menikah lagi agar keinginannya untuk mendapatkan anak bisa tercapai, sementara kehidupannya dengan isterinya yang pertama tetap berlangsung dan hak-haknya terjamin dan terpenuhi ?

Adapula orang yang kuat nafsu seksualnya, sedangkan isterinya tidak begitu bersemangat terhadap laki-laki, atau sakit, atau masa haidnya begitu lama, dan sebagainya, sedangkan si lelaki tidak dapat menahan nafsunya lebih lama lagi. Apakah tidak selayaknya dia diperkenankan menikah lagi dengan isteri lain tanpa mencari kekasih lain (sebagai wanita simpanan)

Adakalanya jumlah wanita lebih banyak daripada kaum laki-laki, khususnya setelah terjadi peperangan yang hanya diikuti oleh laki-laki dan pemuda-pemuda pilihan. Dalam kondisi seperti ini adalah merupakan kemaslahatan bagi masyarakat dan bagi kaum wanita sendiri kalau mereka dimadu. Sehingga dengan demikian mereka tidak hidup menyendiri sepanjang masa tanpa mengalami kehidupan berumah tangga dengan mendapatkan ketenangan, cinta kasih, perlindungan, kenikmatan sebagai ibu yang penuh kasih sayang sesuai dengan panggilan fitrahnya.

Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi sebagai akibat dari lebih banyaknya jumlah wanita daripada laki-laki yang mampu menikah, yaitu :

1.       Mungkin wanita-wanita itu akan hidup selamanya dalam kepahitan hidup tanpa pernah menikah.

2.       Mungkin mereka melepaskan kendali sehingga mereka hidup sebagai permainan kaum laki-laki secara haram.

3.       Mungkin mereka akan menikah dengan lelaki beristri yang mampu memberinya nafkah dan dapat bergaul dengan baik.

Tidak diragukan lagi bahwa kemungkinan terakhir anilah merupakan pemecahan yang adil dan obat yang mujarab, karena alternatif ini merupakan hukum yang diterapkan Islam :

“Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (QS. Almaidah : 50)

Demikianlah masalah poligami yang sering dieksploitasi oleh bangsa Barat Kristen untuk menjelek-jelekkan kaum Muslimin, sementara mereka mempertahankan kaum laki-laki bermain dengan perempuan-perempuan “nakal” dan wanita-wanita “simpanan” dengan tanpa ikatan dan perhitungan, meskipun tidak diakui dan dibenarkan oleh undang-undang dan moral. “Poligami Sekuler” dan tak bermoral ini akan memunculkan perempuan-perempuan dan keturunan-keturunan liar.

Dengan demikian, manakah dari dua golongan itu yang lebih lurus dan lebih terpimpin jalan hidupnya ?

Wallahu’alamu bishowab.

 

 

Tag:

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: