Kenapa Takut Miskin ?

Percayakah anda bahwa rizky itu datang dari Tuhan ? Saya duga pasti anda menjawab “percaya”. Anda, saya dan hampir semua orang pasti percaya bahwa kalau rizki itu datang dari Tuhan. Hanya orang – orang yang tidak berTuhan saja yang menjawab bahwa rizki itu bukan datang dari Tuhan. Tetapi walaupun setiap orang percaya bahwa rizki itu datang dari Tuhan kenyataan memperlihatkan kepada kita,  tidak sedikit orang yang melakukan perbuatan – perbuatan yang bertentangan dengan kepercayaannya itu. Contoh saja ada orang yang suka datang ke dukun untuk meminta penglaris usahanya atau datang ke paranormal untuk meminta petunjuk nasib masa depannya. Sehingga orang yang seperti ini suka gelisah saat berdagang ketika melihat pedagang lain lebih laris dari dagangannya atau jika seorang karyawan, dia suka “sikut kanan sikut kiri” demi mengejar jabatan di kantor bahkan sampai korupsi sekedar memenuhi kebutuhannya.

Saya pernah punya pengalaman –mungkin juga anda- yang dapat menyadarkan kita bahwa rizki manusia itu sudah ada yang atur dan tidak akan tertukar. Sehingga kita tidak perlu lagi gelisah melihat orang lain lebih laris saat berdagang atau rekan kerja naik pangkat dan jabatan dalam bekerja. Begini ceritanya, suatu ketika saat saya mencari warung nasi untuk sarapan siang, saat itu terpikir oleh saya untuk ke warung padang atau warung tegal. Sampai di suatu tempat banyak pedagang, di situ banyak pedagang yang menjajakan makanan mulai dari rumah makan padang, sate padang, warung tegal, warung sunda, soto ayam, dan masih banyak lagi aneka makanan yang di jajakan. Entah kenapa saat saya melihat pedagang nasi gado-gado, saya lebih tertarik membeli itu ketimbang yang sudah saya pikirkan sebelumnya. Langsung saja saya hampiri pedagang nasi gado-gado itu dan saya memesan. Jadilah saya makan nasi gado-gado yang di jajakan dengan gerobak yang sangat sederhana bahkan tempatnyapun tidak se stragtegis pedagang lain, mojok dan agak ke pinggir. Akhirnya selesailah saya menyantap nasi gado-gado hingga kenyang. Yang menjadi pertanyaan dan renungan oleh saya saat itu adalah, “kenapa saya harus makan nasi gado-gado yang tidak terpikirkan sebelumnya ?. Jawabnya adalah dan andapun pasti dapat menjawab, “Inilah kekuasaan Tuhan  jika ingin memberikan rizki kepada setiap hamba-Nya”. Inilah yang harus menjadi keyakinan.

Bahwa rizki baik berupa harta atau jabatan di kejar kemanapun tidak akan hilang manakala Allah sudah menentukannya untuk kita. Bahwa Tuhan tidak akan pernah tidur, Tuhan tidak akan pernah salah menentukan nasib hamba-Nya sangatlah benar. Apatah lagi tuhan tidak akan pernah lupa memberikan rizki kepada makhluq-Nya. Sebab Tuhan telah berfirman dalam satu ayat Al-Qur’an,

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”(QS Huud : 6)

Bahkan masalah rizki, maut  jodoh dan nasib manusia sakalipun sudah di tentukan oleh Tuhan Allah SWT sebelum manusia itu lahir ke muka bumi ini. Sebagaimana di kabarkan oleh Rasululloh SAW dalam salah satu hadisnya.Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada kami dan beliau adalah orang yang selalu benar dan dibenarkan: ’Sesungguhnya setiap orang diantara kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah(air mani), kemudian menjadi ‘alaqoh(segumpal darah) selama waktu itu juga (empat puluh hari), kemudian menjadi mudhghoh(segumpal daging) selama waktu itu juga, lalu diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya. Maka demi Alloh yang tiada tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapka atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga dia masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Nah, kalau begitu kenapa kita harus cemas, gelisah atau takut menghadapi hidup, takut jika berdagang tidak laris dagangannya atau gelisah melihat rekan kerja di promosikan jabatannya. Bahkan sampai ada yang stress berat hingga bunuh diri untuk mengakhiri sisa hidupnya yang masih panjang. Padahal Allah Tuhan yang maha mencipta, maha pemberi dan panyayang senantiasa sudah menjamin rizki setiap makhluq-Nya. Tugas kita adalah berikhtiar semaksimal mungkin di dunia agar hasil yang kita dapatkan sesuai dengan harapan. Besar atau kecil hasil yang kita peroleh tergantung kerja keras dan usaha yang kita lakukan dan hasilnya Allah yang tentukan, Firman Allah,

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”(QS AR Rad : 11). (mj)

 

 

 

 

 

Tag:, , , , , , , , ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

One response to “Kenapa Takut Miskin ?”

  1. rohayani says :

    kirimin juga tentang jumlah anak bang..masalahnya sekarang walaupun ikhwan/orng yg mengerti agama sekalipun jaman sekarang takut punya anak banyak bahkan dibatasi..”aku mw punya anak sekian aja”(misal) karena kondisi ekonomi di jaman sekarang.pliis ya dibikinin artikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: