Penduduk Miskin Masih Sulit Peroleh Akta Kelahiran Gratis

Kapanlagi.com – Sekalipun pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, kenyataannya, anak-anak dari kalangan menengah ke bawah di DKI Jakarta masih sulit memperoleh haknya atas akta kelahiran gratis.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pemantau Catatan Sipil (JP-Capil) A.Fernandez pada semiloka nasional pemantauan, evaluasi dan pengawasan akte kelahiran yang diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA) di Bogor, Kamis (22/09).

“Dalam hal itu kita bicara dalam konteks negara jadi seharusnya secara otomatis pemerintah menjamin hak setiap anak tidak peduli golongan atau statusnya,” katanya.

Menurut dia permasalahan biaya memang menjadi salah satu kendala utama yang mengakibatkan lebih dari 50% anak Indonesia belum memiliki akta kelahiran.

“Sudah biayanya mahal, masyarakat miskin juga masih dibebani oleh masalah birokrasi dan persyaratan pembuatan akta kelahiran yang cenderung rumit,” katanya.

Seharusnya, kata Fernandez, pemerintah jangan meminta syarat yang berbelit karena itu menyulitkan dan membuat masyarakat malas melaporkan kelahiran.

“Cukuplah dengan surat kenal lahir yang dikeluarkan oleh pihak pembantu proses kelahiran,” katanya.

Menurut Fernandez prosedur pembuatan akte kelahiran yang ada saat ini mensyaratkan lebih dari 10 persyaratan yang dimulai dari surat keterangan RT.

“Syarat tersebut kadang menyulitkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah kumuh apalagi yang tidak memiliki KTP Jakarta. Padahal jika bicara dalam konteks hak maka bukan berarti kita harus melupakan mereka,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebaiknya tidak ada lagi penggolongan anak berdasarkan etnis dan memperbolehkan pencantuman nama keluarga.

“Setahu saya ada beberapa tempat yang melarang penggunaan nama keluarga padahal itu menyangkut hak anak untuk mengetahui identitas atau asal usulnya,” katanya.

JP-Capil yang dibentuk Juli 2005, kata dia, berniat membangun jejaring atau lingkar inti bagi pengumpulan data dan informasi seputar kebijakan dan pelaksanaan pembuatan akta kelahiran di wilayah DKI Jakarta.

“Kami melakukan sosialisasi, negosiasi dan pedekatan ke pihak terkait untuk memastikan terpenuhinya hak setiap anak,” demikian Fernandez. (*/lpk)

Sumber :  http://www.kapanlagi.com

Tag:,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: