RUU Pornografi nasibmu kini ??

Sungguh sangat disayangkan sikap Pansus RUU Anti Pornografi. Pasalnya RUU ini sudah berjalan cukup lama dan alot, sehingga sudah banyak pemangkasan-pemangkasan serta revisi terhadap isi RUU tersebut bahkan menunda-nunda pengesahannya. Dengan alasan mempertimbangkan tuntutan dari kelompok-kelompok atau individu yang tidak setuju dengan isi RUU tersebut. Padahal sedikit jumlahnya.

 

Terlepas dari kelompok yang setuju atau tidak dengan isi RUU Anti pornografi.Bagi saya legislatif ataupun eksekutif harus segera menanggulani masalah pornografi dan pornoaksi dengan regulasi yang tepat dan efektif , tepat dalam pembentukan peraturannya dan efektif  dalam pelaksanaan peraturannya sehingga dapat memberikan efek jera, baik bagi ”produsen” ataupun ”konsumen” perbuatan haram –jika di pertontonkan & sebarluaskan – tersebut . Melihat dampak dari perbuatan asusila itu sudah sedemikian parah, yang kita tahu melalui media elektronik atau cetak. Atau bisa jadi sudah menimpa orang yang ada disekitar kita. Sebab akses dan sarana untuk melihat ataupun melakukan perbuatan tersebut (baca pornoaksi & pornografi) sangatlah mudah. Karena para pelaku dan penikmat pornoaksi serta pornografi banyak menggunakan berbagai macam cara dan dalih, yang paling sering kita dengar adalah alasan ”seni budaya” dan ”hiburan”.

 

Mungkin perlu kita bertanya pada hati nurani kita sebagai manusia ciptaan tuhan yang beragama  berakal dan beradab. Akankah kita suka jika hal tersebut (pornoaksi ataupun pornografi) dilakukan oleh diri kita, ibu kita, anak perempuan kita ataupun istri kita sekalipun jika dipertontonkan oleh orang banyak yang bukan haknya. Saya yakin tidak ada agama manapun serta manusia siapapun yang akan setuju dengan perbuatan itu.

 

Jadi kalau kita masih menggunakan akal dan moral serta hati nurani yang paling dalam, kita akan dapat menghargai dan memahami niat baik (good will) dari legislatif atau eksekutif untuk senantiasa memperbaiki moral bangsa ini yang hampir terpuruk. Bukan lagi masalah konsumsi politik bagi parpol untuk caper (cari perhatian) publik menjelang pemilu 2009 atau masalah kepentingan agama tertentu.

 

Ini masalah moral” bukan lagi masalah politik atau masalah mayoritas pemeluk agama tertentu atau pemasungan hak gender untuk berekspresi. Bahkan Amerika Saja, negara yang paling bebas sekalipun masih menjungjung nilai moral.

 

Ane jadi curiga nih ? Jangan-jangan kelompok atau individu yang Anti terhadap RUU Pornografi, mereka orang yang terbiasa melakukan atau mendapat keuntungan dari perbuatan haram tersebut ??? Amit-amit cabang bayi, Naudzubillah min dzalik, kalo ternyata emang bener.

 

”Semoga rakyat bisa terbuka hatinya untuk melihat siapa yang bener dan siapa yang kebelinger”

 Kite tunggu aja tanggal maennya 23 September 2008, yang katanya akan di sahkan oleh anggota dewan kita yang terhormat.

 

Wallahu ’Alam.

Tag:, ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: