Renungan diakhir Ramadhan

Sedih, haru dan gembira saat ini bergumpul menjadi satu dalam perasaan diri.

Sedih karena Ramadhan akan segera berakhir, khawatir kita tidak akan bertemu kembali dengan indahnya ramadhan yang akan datang. Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, kemulian dan ketenangan serta kedamaian. Penuh keberkahan karena banyak memberikan  keuntungan bukan hanya keuntungan non materi tetapi juga keuntungan materi. Tidak seperti di bulan lainnya, Ramadhan merupakan keberkahan tersendiri bagi kalangan pebisnis baik bisnis jasa atau barang, muslim atau non muslim hingga dapat menjual produknya dua hingga tiga kali lipat dengan keuntungan lebih dari seratus persen. Belum lagi pedagang musiman yang muncul dipinggir jalan baik pedagang kolak, es buah, kue-kue ringan yang menjadi jajanan menjelang berbuka puasa  hingga menjadi penghasilan tambahan bagi pelakunya.

 

Ramadhan juga merupakan bulan ladang investasi pahala bagi kita yang banyak beramal baik amal ibadah mahdhah ataupun ghairu mahdhah. Karena Allah akan memberikan balasan yang berlipat ganda bagi orang yang melakukaknnya. Makanya wajar kalau kita berlomba-lomba meramaikan musholla atau masjid dengan sholat taraweh atau subuh berjamaah hingga bersedekah menyisihkan rizki untuk kaum dhuafa . Hingga kondisi seperti ini memberikan ketenangan dan ketrentaraman tersendiri bagi masyarakat sebab banyak orang yang khusuk beribadah untuk mencari pahala dan ridho Allah terbukti angka krimninalitas atau kemaksiatanpun berkurang dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

  

Haru karena kita mampu melewati segala bentuk ujian selama menjalankan ibadah puasa baik menahan haus dan lapar serta mengendalikan diri untuk tidak berhubungan disiang hari dengan istri walaupun sebelumnya dihalalkan diluar bulan ramadhan. Belum lagi harus menahan diri dari emosi angkara murka manakala ada gangguan datang menguji kesabaran kita. Demi menjalankan perintah Allah agar kita termasuk golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa.

 

Gembira kita karena dipenghujung akhir ramadhan kita mampu berbagi kepada saudara-saudara kita yang kekurangan harta, dengan mengeluarkan zakat, Infaq dan sedekah. Karena merupakan puncak kebahagian bagi kita manakala dapat berbagi kenikmatan harta kepada sesama. Serta kita saling menyambung tali silaturrahim kepada tetangga dan sanak famili dengan saling berkunjung hingga tidak ada lagi sekat dan hambatan-hambatan komunikasi dengan saling mendoakan “taqobbalallahu minna waminkum kullu amin waantum bikhoir”. (Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan kita semua senantiasa selalu dalam kebaikan)

 

Akhirnya semoga dihari yang fitri ini kita tidak hanya mengenakan pakaian baru secara lahiriyah yang indah dipandanag mata tetapi juga dapat mengenakan pakaian taqwa yang senantiasa dihiasi dengan sifat yang mulia jujur, amanah, bertanggung jawab, sabar serta senantiaa peduli kepada sesama hingga di Ramadhan yang akan datang.

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.

“TAQOBBALALLAHU MINNA WAMINKUM SYIAMANA WA SYIAMAKUM KULLU AMIN WAANTUM BIKHOR MINAL ‘AIDIN WALFAIDZIN” 

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

 

Ya Allah panjangkanlah umur kami hingga kami dapat bertemu dengan Ramadhan yang akan datang. Amiin    

 

 

Tag:,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: