MENJADI ETREPRENEURSHIP

Memulai usaha ?? Siapa takut”.

Itulah mungkin kesan yang aku dapat setelah mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Usaha kecil di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa yang bertempat di Parung-Bogor Jawa Barat.

Pelatihan ini diadakan oleh LKC khusus bagi karyawannya yang memiliki nilai terbaik setelah ada penilaian kinerja selama 3 bulan. Dan aku adalah salah satu karyawan yang menjadi peserta di pelatihan tersebut.

 

Selama 2 hari sejak tanggal 21 sampai tanggal 22 Juni 2008 acara ini dilaksanakan bagiku cukup menarik dan menambah wawasan, karena di isi oleh para trainer yang memiliki pengetahuan dibidangnya. Salah satunya adalah Bu Nikmah Nursyam atau biasa disapa mbak Niek. Selain sebagai trainer entrepreneurship beliau juga sebagai pengusaha sukses bengkel Busana SATIVA dan Pembuatan PIN yang telah memperkerjakan ratusan karyawan. Usahanyapun dijalankan cukup lama dan bukan berarti tanpa hambatan. Banyak asam garam dan pengalaman pahit yang didapatinya selama menjalankan usahanya tersebut yang sudah puluhan tahun dilakoninya, “kata mbak Niek yang pernah ditolak saat meminjam mesin jahit dan tanpa modal untuk memulai usahanya.

 

Yang penting adalah bagaimana kita berfikir positif dan mau bersabar dalam memulai usaha. Jika kita menemukan masalah saat ingin memulai sebuah usaha, yang terbaik adalah berfikir solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut bukan berfikir negatif dan akhirnya mentok untuk tidak mencari jalan keluar dari permasalahan usaha kita. Kalau kata peribahasa ”banyak jalan menuju roma” atau bahasa islamnya ”didalam kesulitan pasti ada kemudahan”.

 

Ada beberapa keutamaan yang beliau sampaikan terkait dengan pilihannya menjadi seorang pengusaha. Pertama seorang pengusaha akan tetap menjadi seorang pengusaha selamanya sementara karyawan Cuma sementara atau ada masa pensiun kedua seorang pengusaha akan memiliki pasif income seorang karyawan memiliki aktif income ketiga seorang pengusaha memiliki pendapatan tak terbatas (unlimited) sedangkan karyawan terbatas keempat seorang pengusaha memiliki mental pemberi sedangkan karyawan mental penerima dan kelima seorang pengusaha adalah orang yang menjual resiko sedangkan karyawan orang yang menghindari resiko.

 

So.. Siapa yang mau jadi pengusaha ???

Bersambung…..

Di Tulis oleh Mjundi Tgl 27/08/2008 Jam. 23.45 wib

Tag:, ,

About mjundi

aslibetawi rawabelong, hobby berpetualang, baca buku, olahraga, and wirausaha dll dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: